Satuan Acara Pengajaran (SAP) Mekanika Perpatahan dan Failure Analysis

Ini adalah Rancangan Pengajaran (SAP) untuk matakuliah Mekanika Perpatahan dan Failure Analysis = 3 SKS. Informasi lengkap isi SAP matakuliah ini, klik –> Mekanika Perpatahan dan Failure Analysis

POKOK BAHASAN DAN SUBPOKOK BASAHAN

I. Failure Analysis, Distortion Failure, dan Dasar-dasar Mode/bentuk Perpatahan Beban Tunggal (single-load fracture mode), serta Sistem Stress-nya.

1. Prosedur dalam failure analysis, lokasi-lokasi biasa pada perpatahan, serta pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan persoalan perpatahan, tipe-tipe pada distortion failure (sementara dan tetap) 2. Bentuk Sisi (shear mode), Bentuk Cleavage (cleavage mode), dan mode lainnya, serta fakta-fakta yang mempengaruhi hubungan antara ductile-brittle, sistem beban murni (pure load system), beban tarik(tension loading), beban puntir (torsion load), beban kompresi (compression loading), beban tekuk (bending loading), dan fatik (fatique).

II. Sifat Mekanik dan Hubungan Tegangan – Kekuatan (Stress vs Strength).

1. Deformasi elastis dan plastis, pengaruh temperatur, nonlinier behavior, tegangan dua arah (bidirectional stresses), dan pengaruh dari konsentrasi tegangan.2. Distribusi tegangan elastis sederhana (tarik, torsion, kompresi, bending, gabungan sesaat press dan shrink, kontak dengan permukaan yang cembung/convex surfaces, tekanan pada dinding tipis vessel, dan sub-permukaan pada patahan awal.

III. Tegangan Sisa (Residual Stresses)

1. Tegangan sisa akibat panas (thermal residual streesses), faktor metalurgi (metalurgical residual stresses), faktor mekanik (mechanical residual stresses)2. Efek kimia tegangan sisa, dan beberapa petunjuk dalam melakukan percegahan maupun perbaikan.

IV. Brittle – Ductile Fracture dan Fatique Fracture

1. Brittle Fracture pada baja, karakteristik brittle fracture, aspek mikrostruktur pada brittle fracture, kombinasi dari bentuk-bentuk brittle fracture, karakteristik ductile fracture, aspek mikrostruktur pada ductile fracture, dan hal-hal yang diperhatikan dalam interpretasi. 2. Ciri mikro dan makro pada fatique fracture (lack, beachmarks, ratchet marks, persamaan dan perbedaan antara striation dan beachmarks), hubungan stress-strength dalam fatique, test fatique di laboratorium, tipe-tipe lain dari fatique (Subpermukaan fatik asli, fatik di bawah kekuatan/daya kompresi, termal fatik, korosi fatik, bolt fatique, dan aspek statistika, serta contoh patahan fatik). V. Wear1. Abrasive wear, adhesive wear, dan Fletting wear.2. Kontak stess fatik (Subpemukaan fatik awal/subsurface-origin fatique, permukaan fatik awal/surface-origin fatique, terakan fatiq berasal pada kasus kekerasan permukaan atau inti/surcase-origin fatique) VI. Korosi dan Temperatur Elevasi Perpatahan1. Life cycle pada logam, dasar-dasar korosi, korosi galvanik, uniform corrosion, crevice corrosion, stress-corrosion cracking (SCC), dan korosi fatik.2. Creep, temperatur elevasi fatik, termal fatik, ketidakstabilan metalurgis, lingkungan penyebab failure(korosi dan korosi erosi, oksidasi, karbirisasi, kontak liquid dengan logam), dan metode pendinginan (colling methods)

Muhammad Fitrullah
Failure Analysis

RECYCLING LIMBAH KHROMIUM HEKSAVALEN HASIL INDUSTRI GALVANIZING

RECYCLING LIMBAH KHROMIUM HEKSAVALEN HASIL INDUSTRI GALVANIZING

Muhammad Fitrullah

Jurusan Metalurgi, Fakultas Teknik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Cilegon

 

Abstrak

Setiap tahun satu perusahaan galvanizing menghasilkan kurang lebih 20 ton limbah khromium heksavalen (H2Cr2O7). Pembuangan limbah tersebut ke badan penampung limbah akan mengeluarkan biaya yang besar, juga tidak akan menyelesaikan masalah karena pada akhirnya akan dibuang juga ke alam, sehingga dapat membahayakan kehidupan di sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengolah limbah tersebut menjadi suatu produk yang bisa dijual di pasaran dengan hasil limbah olahan memenuhi ambang baku mutu limbah cair. Penelitian ini ditempuh dalam dua tahapan proses yaitu eliminasi logam pengotor (Al, Fe, dan Zn) dengan natrium hidroksida (NaOH), kemudian mengendapkan senyawa hidroksida khromium menggunakan reagen natrium disulfit (Na2S2O5). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pH yang berbeda, endapan khromium memiliki variasi warna yang bermacam-macam dengan persen khrormium mencapai 93,88 %. Sedangkan limbah hasil olahan mengandung total khromium maksimum 0,152 bpj dan memenuhi abang baku mutu limbah cair yang ditetapkan oleh pemerintah.

Abstract

Each year, one galvanized company has produced approximately 20 tons chromium hexavalent waste products. Nevertheless, the banishment process of these products not only threw away them to the waste reservoir committee, but they also needed a high budget to do that. This action has not yet solve the problem because they will be discarded into nature and being hazardous to the environment then. This research has an objective to prosess the waste into product which can be sold as goods that fulfill the value treshold standard of liquid waste. Besides that, doing this research there are 2 stages included elimination metal polluter quality (Al, Fe, and Zn) with sodium hidroxide (NaOH), then doing the sedimentation process of chromium hidroxide with sodium disulfide reagent (Na2S2O5). The result of this research showed that in different pH, sedimentation of chromium which has varios colours reached 93.88 % of chromium level. In addition, the waste contained 0.152 ppm chromium total level and filled the value treshold standard quality of liquid waste that were established by government.

 

Keywords: galvanized, chromium

Makalah lengkap silahkan menghubungi email: muh_fitrullah@yahoo.com

Oo Inae…Rinduku tidak terbendung !

“….Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang diantara keduanya atau kedua-duanya sampai umur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya ‘ah’ dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia………”“….Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah: ‘Wahai Tuhanku, kasihanilah mereka berdua sebagaimana mereka berdua mendidik aku waktu kecil… ” (QS Al Israa’: 23 – 24)

Oo Inae…., hari ini tiba-tiba saja aku melihat wajahmu seterang mentari, bayangan sosok kasihmu dengan tatapan penuh cinta hadir dalam relung hati kecil yang terdalam. Anakmu ini telah paripurna porak poranda, tertunduk dibebani dosa dan kesalahan durhaka kepadamu…

Oo Inae…., hati ini sudah tidak putih lagi sebagaimana putihnya kasih sayangmu ketika engkau dengan ikhlas mengeluarkan setitik bening air dari pelupukmu yang suci karena terkabut oleh naiknya suhu tubuhku ketika dahulu dalam buaianmu. Pandangan ini bahkan telah samar, oleh seribu satu macam persoalan hidup yang tentu saja tidak sebanding dengan deritamu mengasuhku…

Oo Inae…., betapa aku ingin segera memelukmu saat ini juga. Merengkuh banyak keberkahan yang seringkali engkau tumpahkan ketika masalah tengah menghadang. Memanen padi-padi kedamaian yang selalu kau tanam teguh kedalam sanubariku ini… teringat kembali doamu…”Semoga Allah SWT, menjadikan engkau anak yang sholeh, cendekia, peduli sesama, dan mendapatkan pendamping hidup yang shalihah..!”

Oo Inae…., sungguh tulus ingin anakmu saat ini, bersimpuh di pangkuanmu dan merasakan buih-buih ilmu yang engkau senandungkan ikhlas kepada Allahu Azza wajalla, ya senandung kemerduan kalam ilahi yang tidak pernah lupa engkau ucapkan di saat-saat bahagia itu agar terhujam kesadaran ketuhanan dalam diri anakmu ini…

Oo Inae…., betapa senang yang tidak terukur bila aku meminta kesediaanmu untuk membubuhi jiwa dengan hangatnya doa-doa ikhlasmu, hingga ketenangan itu membumbung tinggi. Dan kesadaran akan kekuatan kasihmu merekat erat di langit-langit hati yang membuatku selalu termotivasi memandang masa depan. Ya, sungguh ingin kuraih semuanya itu sekarang, perasaan ini seperti diterpa hujan panas dari alam dunia …

Oo Inae…., tahukah engkau betapa sepi hidup ini tanpa seorang pendamping yang sering kau lantunkan dalam doamu. Doa tulus tidak pernah terlupa oleh perasaan tanggung jawab keibuan yang harus engkau pikul. Anakmu ini merindu pendamping yang mencintai dan mengasihimu karena Allah SWT. Pendamping yang taat kepada Allah dan Rasulnya dan selalu memberiku motivasi menjadi muslim yang ikhlas. Pendamping yang menemaniku dalam melantunkan kalam suci di malam-malam setelah magrib ditegakkan…maupun di waktu lain yaitu ketika menyimak sedikit hafalan harianku sebagai salah satu kewajibanku terhadap Firman dari yang serba Maha… Dimanakah sosok itu Oo Inae…!

Oo Inae…., kekhawatiran ini begitu pekat. Aku merasakannya sekarang betapa susah menjaga kehormatan ditengah-tengah manusia yang menganggap kehormatan itu begitu murah. Tidak sedikit sosok yang aku kagum kepada mereka terjerumus oleh tipuan semu para penggoda yang tidak terlihat itu. Hampir anakmu ini jatuh ke dalam lembah kekotoran dunia yang oleh sebagian rekan-rekan di kantor sebagai kebanggaan dunia.

Oo Inae…., hanya doa tulusmu yang mengiringi anakmu hidup di tanah orang. Tanah dimana semua orang mengimpikan ke sana, tanah yang penuh dengan janji-janji langit membuai hati siapa saja untu berlomba berlayar kesana. Ya, tanah yang penuh dengan debu dan cucuran keringat manusia Indonesia…

Oo Inae…., aku sangat menyayangimu, sungguh. Mesti aku tahu tidak mampu membasuh semua keringat suci yang engkau persembahkan untukku. Air mata kesedihan, pengorbanan, cinta kasih, untaian merdumu, pandangan kasih sayang dan semuanya hanya Allah yang bisa membalas itu semua, tentunya aku berharap syurga-Nya yang mulia.

Oo Inae…., sudah dua tahun lamanya anakmu ini tidak menjenguk engkau di tanah Mbojo tercinta… kangen dan rindu anakmu kepadamu Oo Inae…seperti luapan gelombang samudra nan luas…laksana angin yang bertiup di seluruh daratan….di setiap tarikan nafasku dan di setiap detak-detak jantung. Hanya satu kata yang ingin ku bisikkan di telinga indahmu “ Oo Inae…rinduku tak terbendung…..!”

“Allahummagfirlii waliwalidaiyya warhamhuma kamaa rabbayaanii shoghira…!!!”

Muhammad Fitrullah

(versi “contekan” dari tulisan “Bunda, rindu ini melangit lagi”: Husnul Mubarikah)

DOA INA RO’ AMA

Masih terngiang satu kalimat yang diucapkan oleh Ina ra Ama sebelum meninggalkan tanah mbojo tercinta, ya satu kalimat yang sangat sederhana…mungkin sudah jutaan kali Ina ra Ama kita dari bima menyebutkan kalimat ini…”maja labo dahu anae…” 

Ketika itu, kalimat itu seperti masuk ditelinga kiri keluar lagi di telinga kanan, ya begitu hambar..mungkin karena hati ini yang masih kotor oleh kesalahan dan dosaku kepada mereka berdua…

 Namun sekarang, kata-kata itu seakan-akan diteriakkan oleh suara yang kuat merasuk jauh ke dalam nurani yang hina ini, ketika setiap menapaki langkah-langkah di tanah rantauan, entah kenapa akupun kurang mengerti…”maja labo dahu anae…”…”maja labo dahu anae…” Apakah karena begitu besarnya dosa ini terhadap mereka sehingga harus membuatku berhati-hati dalam setiap tindakan, atau apakah karena keikhlasan dari hati putih Ina ra Ama yang begitu tulus berdoa untuk anaknya yang hina ini.. …”maja labo dahu anae…”…”maja labo dahu anae…” Tidak terasa, mataku berkaca teringat kembali janjiku kepada mereka..”mada ma lao ngupa ilmu ta rasa dou inae…ridhopu anamu ake ‘di ma dula ta dana ro rasa…” suatu janji yang mungkin tidak pernah aku akan tepati…padahal aku sangat-sangat mengetahui bahwa janji inilah yang akan dipertanggungjawabkan nanti dihadapan Allah Aza wajalla…Namun aku heran mengapa Ina ra Ama begitu sabar tetap dengan doanya……”maja labo dahu anae…”…”maja labo dahu anae…” aina neva ta nami…! Padahal di Kampus aku selalu bermain-main, tidak pernah belajar…apalagi memikirkan menyelesaikan makalah yang menjadi kewajibanku………..bahkan aku kumpul dengan teman-teman main Domi, karambo, yang barang itu semua aku beli dari uang kiriman mereka yang aku juga sangat tahu bahwa uang itu merupakan keringat darah mereka di sawah kami yang jarang disirami hujan…ya keringat darah Ina ra Ama yang setiap habis sholat subuh sudah berangkat menelusuri jalan gelap penuh dengan batu dan kerikil tajam…aku tahu tujuan mereka hanya demi untuk menghidupkan si pendosa ini… …tiba-tiba aku tersentak, terngiang lagi…”maja labo dahu anae…”…”maja labo dahu anae…” 

Oooo…Ina ra Amae…!!!

Oooo…Ina ra Amae…!!!

Oooo…Ina ra Amae…!!!

Kangapupu dosa anamu ma durhaka ta Ita ‘doho ‘dua…!

Kangapu toipu….!

Sekarang kesadaranku menjadikan aku terbangun dari mimpi…satu kata terbersit di hati ini, “belum terlambat untuk berbakti..!” ya “belum terlambat untuk berbakti..!” …sebelum aku jauh aku harus dan harus kembali…ya kembali merebut hati putih Ina ra Ama yang telah lama tersayat oleh si durhaka ini….tiba-tiba setitik air bening turun dari pelupuk ini karena terngiang ……”maja labo dahu anae…”…”……”maja labo dahu anae…”…”

Trima kasih Doamu..Ina ra Ama….!

Semoga dengan doamu itu, menjadi pencuci noda hitam yang telah lama mendekap di hati ini…dan menjadi pembawa berkah di kehidupan anakmu di rantauan….

“Allahummagfirlii waliwalidaiyya warhamhuma kamaa rabbayaanii shoghira…!!!”

  (NB: untuk rekan-rekan di rantauan khususnya dari Mbojo, teruslah berjuang dan berjuang walaupun lapar dan dahaga terus menghantui…dan jaya terus dana mbojo)

Thanks banget buat Sahabatku…!

Thanks for my friend Windi or Toro yang telah ngajarin membuat ini dalam waktu << 10 menit