(1);(2);(3)Jurusan Teknik Metalurgi, Fakultas Teknik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Jl. Jenderal Sudirman Km 3 Cilegon, Banten 42435, Indonesia
Besi tuang kelabu adalah jenis material yang sudah lama digunakan oleh manusia untuk menunjang kehidupan dalam bentuk peralatan atau komponen rumah tangga, alat-alat dalam permesinan, seperti bearing house. Dalam proses pengecoran besi tuang kelabu, umumnya besi tuang dipadu dengan unsur paduan. Kandungan-kandungan yang paling memberikan pengaruh yang besar pada bahan adalah karbon (C), silikon (Si) dan mangan (Mn). Adanya perubahan komposisi yang dilakukan pada proses pengecoran besi tuang kelabu tentu akan mempengaruhi sifat mekanik dan struktur mikro yang dihasilkan. Komposisi yang digunakan yaitu nilai karbon sebesar 2,5%-4,0%, silikon sebesar 1,0%-3,0% dan mangan sebesar 0,4%-1,0%. Perubahan komposisi yang dilakukan adalah untuk melihat apakah terjadi perbedaan sifat mekanik (kuat tarik dan kekerasan) dan struktur mikro yang dihasilkan pada tiap sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan komposisi yang dilakukan sangat berpengaruh terhadap sifat mekanik yang dihasilkan. Nilai kuat tarik pada sampel besi tuang kelabu tertinggi tertinggi terdapat pada sampel F (C-3,30%, Si-1,77% dan Mn-0,923) sebesar 233,7 N/mm2, dengan kekerasan tertinggi 101 HRB. Sampel F juga memiliki struktur pearlite yang halus dan merata pada seluruh matriksnya dan kandungan grafit yang rendah yaitu 12,4%.
Kata kunci:
Besi tuang kelabu, bearing house, pengaruh komposisi
Download artikel lengkap: Makalah_lengkap