Musholla Asy-Syafiah – Kelapa Koja – Tegal Bunder

Seorang ibu yang bernama “Syafi’ah” dengan pandangan futuristiknya menitipkan (baca: mewakafkan) sebidang tanah miliknya untuk dijadikan tempat ibadah bernama ‘MUSHOLLA”. Mungkin Ibu ini sangat mengerti, bahwa salah satu amalan yang tidak akan terputus pahalanya adalah membangun rumah Allah di Bumi. Ya…sebidang tanah sekitar 200-an meter persegi yang terletak di koordinat -5,980702, 106,059402 (google map) yang beralamat di Blok Kelapa Koja – Jln. Tegal Bunder RT.02/01 Link. Kubang Lampit – Kelurahan Tegal Bunder – Purwakarta – Cilegon. Mungkin Ibu ini melihat bahwa di Blok Kelapa Koja, memiliki letak geografis yang relatif jauh dari Mesjid di Lingkungan tersebut.

Ada sebagian candaan beberapa warga   yg menyebutkan bahwa karakter warga-warganya di’juluki’ dengan karakter “Yahudi-Bani Israil”. Bahkan, ada warga kampung menjuluki blok Kelapa Koja sebagai “tanah Bani Israil”.  Nah…Berbicara ttg karakter “Yahudi” atau “Bani Israil” di Kelapa Koja, ada warga yg bicara: “bisa dikatakan ada benarnya. Mengapa?” Lanjutnya…Karena memang rada-rada mirip…misalnya, katanya…ada keluarga yang kerjaannya bertengkar hampir setiap hari, istri dan anak dipukul oleh suami seperti memukul penjahat kelas kakap dan sudah bisa dipastikan kalau tidak ditolong tetangga, maka bisa dipastikan harus dibw ke rumah sakit; belum lagi perabotan dapur yang dilempar dan hancur sebagai obyek kemarahan, dll, pokoknya karakter ” Yahudi sadis” seperti di Palestina sana; lebih lanjut warga ini mengatakan…ada juga karakter “Yahudi Malas/enggan”, ngaku banyak kerjaan di siang hari bahkan memiliki anak buah lebih dari 20 di proyek, Eh..giliran gotong royong Musholla di malam hari malah alasan sakit-lah, kecapean lah, dll…

Ada lagi warga lain yg menyebut karakter “Yahudi mencari uang”, mencontohkan ada oknum yg minta persen dari sopir yang mengantar pasir/batu untuk mosholla… masyaAllah…astagfirullah…

Sementara itu, ada warga yg tdk mau disebut namanya menyebutkan: “Ada lagi karakter “Yahudi Kiyai”…pengennya tampil & jadi Imam terus; jika orang lain yang jadi imam, salah sedikit ditegor..kurang jumlah baca Qulhu-lah..yg harusnya 10 x saat wirid setelah sholat fardhu menurut Kyai ini, kurang “wamaa adra kamaa lailatul qadri”-lah…kurang ini & kurang itu-lah..pengennya tampil-terus…datangnya pas mau qomat…ga pernah datang lebih dahulu untuk bersih2..sama sekali ga pernah nyapu atau ngepel mushola seperti jamaah lainnya; padahal, kalau sang “Kiyai” ini jadi imam..umpamanya orang nyanyi…Fals-nya ga ketulungan….mana makharijul huruf-nya berantakan…!!! Banyak jamaah yang ngeluh ‘ngantuk” dan “suara imam ngga kedengaran”…dan yang MENARIK, semua kerjaan-kerjaan tukang di Mushola dikomentarin..kurang ini-lah…kurang itu-lah…harus-nya beginilah…kenapa harus begitu-lah…dll…(kata beberapa jamaah, satu sen pun ga punya kontribusi untuk membawa sumbangan dari luar untuk musholla); dan HEBAT-nya ngga ngerasa kalau sang Kiyai ini “kurang disukai” oleh jama’ah…kalau istilah wong kene..”SEBODOO….MAJU BAE…”

Warga lainnya mencontohkan juga karakter lain: “Ada juga karakter “Yahudi Mutung”…hayoo apa…? Lanjutnya…Nah, yang ini beda…lanjut warga ini…karakter ini, dia seumur hidup ga akan ke mushola kalau masih ada “rival/musuh”-nya yang sholat di Musholla…jadi cerita-nya 2 keluarga musuhan sejak dahulu, keluarga yang satu “rajin” ke musholla…karena yang rajin ini musuh-nya; maka ga mau ke mushola.

Inti-nya dari pengakuan warga2 memang karakter orang2 yang berada di daerah “Musholla” rada-rada mirip “Yahudi”….maka-nya ada yang nyeletuk: “setan-setan di Kulon pindah ke Wetan dan sekarang setan-setan itu lagi pada bikin Musholla’…hehehehehe….!

 

Proses “Hijrah”..,.

Alhamdulillah…sekarang…setelah mushola dibangun dg gotong royong semua warga & bantuan dr pihak luar (salah satunya: Alumni-alumni Mt’96 FTUI), terjadi proses perubahan kearah yg membahagiakan dan membuat hati terharu…jamaah yg sholat membludak penuh, sampai ada jamaah yg terpaksa pulang lg karena tdk dapat tempat saking penuhnya. Pengajian anak-anak setiap hari dan dipandu oleh Ustadz lokal yg “sederhana dan ikhlas”, dimn pada saat yg sama TPA lain, mereka meliburkan pada bln puasa). Ada warga yg mengaku jarang sholat, namun sekarang tidak mau lg meninggalkan sholat dan berkomitmen selalu sholat di mushola.

(Bersambung)

anak-anak yang sedang belajar Al-Quran untuk masa depan yang lebih baik

Anak-anak yang sedang belajar Al-Quran untuk masa depan yang lebih baik

 

Semoga menjadi anak yang Shiddiqin, Syuhada, dan Sholihin

Semoga menjadi anak yang Shiddiqin, Syuhada, dan Sholihin

 

Walau pun orang tua gas Sekolah, tapi tetap semangat belajar Al-Quran

Walau pun orang tua gas Sekolah, tapi tetap semangat belajar Al-Quran

 

Sy harus lebih baik dari orang tua; Alhamdulillah sekarang subuh saya bangunkan Bapak utk sholat di Musholla...yang sebelum ada mushola jarang sholat...apalagi sholat shubuh

Sy harus lebih baik dari orang tua; Alhamdulillah sekarang subuh saya bangunkan Bapak utk sholat di Musholla…yang sebelum ada mushola, jarang sholat…apalagi sholat shubuh

 

Sy tidak mau kalah dengan anak yg lanang

Sy tidak mau kalah dengan anak yg lanang

 

sy juga ga mau ketinggalan....

sy juga ga mau ketinggalan….

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: