Menata Hati untuk Keindahan Hidup

Pendahuluan

Tulisan singkat ini, akan membahas seputar hati, penyakit-penyakit hati, obat-obat penyakit hati agar menjadi lembut, dan menata hati dalam mencapai kebahagiaan dan keindahan hidup. Topik ini begitu penting, apalagi di tengah zaman globalisasi sekarang ini, dimana tidak sedikit pribadi mengalami kegersangan hidup, kehilangan ketenangan bathin, dan tenggelam dalam kesedihan. Padahal, secara materi, ia merupakan seorang “raja” yang telah berhasil membangun dunia materinya.

Pengertian Hati

Hati merupakan karunia Allah kepada manusia. Seorang manusia yang ‘berakal’ tentu tahu apa itu hati. Dan setiap manusia pasti memiliki hati. Jika tidak, pasti bukan manusia namanya. Artinya, orang yang tidak punya hati pada hakekatnya bukanlah manusia. Jadi mungkin semua orang diberi hati, akan tetapi banyak orang yang tidak punya hati yang hakiki.

Di dalam Al-Quran, hati dikaitkan dengan kedalaman pemahaman, sumber penalaran, tempat pertimbangan, tumbuhnya cinta dan benci, keimanan dan kekufuran, taubat dan keras kepala, ketenangan dan kegoncangan. Bahkan hati akan diminta pertanggungjawaban nanti oleh Allah, bersama dengan fungsi pendengaran dan penglihatan. Rasulullah saw, menyatakan bahwa hati adalah sesuatu yang mempengaruhi baik-buruknya manusia. Lebih lanjut, beberapa ulama berpendapat, hati mengandung dua pengertian yang derivative, bahwa ia bisa berupa sesuatu yang berlambang fisik, namun lebih cenderung ke arah psikis-mental.

Secara Fisik, hati adalah jantungnya manusia. Ia merupakan organ penting yang memastikan bahwa setiap tetes darah yang mengalir ke seluruh tubuh, harus melewati organ ini. Dengan kata lain, jantung merupakan “terminal pusat” yang mengatur kedatangan dan keberangkatan setiap tetes darah dari dan sebelum pergi menuju organ-organ tubuh yang menjadi tujuannya. Bisa dibayangkan, apa yang terjadi jika ia hanya menjalankan fungsi ‘kedatangan’ saja, dan tidak menjalankan fungsi ‘keberangkatan’, tentu saja akan ‘menghentikan’ aktivitas kehidupan manusia. Akhirnya, muncul pernyataan bahwa seorang manusia tidak akan bahagia, apabila ia tidak meniru cara kerja (hati) “jantung” nya sendiri.

Selanjutnya, secara psikis-mental (non-fisik), hati merupakan ‘rasa’ keberagamaan manusia. Menutur Imam Ghazali, hati adalah hakikat manusia yang dengan segala pengertian yang berpengetahuan, membuat orang arif dalam tindakannya, yaitu manusia yang menjadi sasaran perintah dan larangan Allah, yang akan disiksa, dicela dan dituntut segala amal perbuatannya. Hati menjadi sumber kekuatan, motivasi, bahkan pendorong manusia untuk berbuat apa saja. Hati bisa mendorong manusia untuk berbuat baik, namun dapat pula menerbangkan manusia untuk berbuat jahat. Ini mengandung pengertian, bahwa hati-lah yang mengendalikan seluruh perbuatan manusia.

Sehubungan dengan itu, Allah bersumpah (Al Quran, 91: ayat 7-8), bahwa di dalam diri manusia terdapat dua ‘kekuatan’, yaitu kekuatan yang mendorong kepada kebaikan dan juga kekuatan yang cenderung kepada keburukan. Jadi, secara umum dapat dikatakan, tidak ada manusia yang bersih dari kesalahan dan tidak pula ada manusia yang ‘full’ dengan kebaikan, tanpa kesalahan. Makanya, ada pernyataan yang berbunyi bahwa manusia merupakan sumber dari kesalahan. Akan tetapi, adalah mungkin apabila ada orang yang kebaikannya lebih banyak dari kesalahannya. Dan sebaliknya, ada pula orang yang kesalahannya lebih banyak daripada kebaikannya. Nah, di sinilah fungsi agama memberikan ‘pemahaman’ kepada manusia, sehingga kekuatan jahat dapat di-reduce, sedangkan kekuatan baik disuburkan. Inilah sebabnya mengapa kita beribadah, membaca Al-Quran dan berzikir agar hati yang bergejolak dapat ditekan. Masalahnya adalah, bagaimana cara menyuburkan kekuatan baik dan mem-press kekuatan jahat di dalam hati?

Nabi kita yang mulia, mengajarkan kepada umatnya agar selalu berlindung kepada Allah, dan memohon agar menetapkan hati kita untuk senantiasa beribadah kepada-Nya. Secara harfiah, hati adalah sesuatu yang berubah-ubah. Contohnya, sometimes ada something yang kita suka, namun di lain waktu tidak kita sukai. Bahkan ada seseorang yang kita sukai, pada saat bersamaan bencinya setengah mati. Boleh jadi, seseorang mencintai suatu ibadah, tetapi pada saat lain ia justru malas dan tidak peduli. Nah, oleh karena hati gampang sekali berubah, maka Rasulullah mengajar Doa, yang artinya kurang lebih: ” Wahai yang membolak-balikkan hati, kukuhkan hatiku dalam agama-Mu dan kuatkan hatiku untuk selalu taat dalam menjalankan ibadah kepada-Mu”

Me-manage hati, bukanlah urusan yang gampang. Karena kadangkala pada suatu waktu hati amat keras dorongannya, sehingga membuat orang lupa. Oleh sebagaian kita hal tersebut, dikatakan Hawa Nafsu. Di awal Juz 13 di Al-Quran, dikatakan bahwa sesungguhnya hawa nafsu itu selalu punya kecenderungan kepada keburukan. Artinya, ada semacam konotasi negative bahwa memang nafsu akan membawa orang untuk berbuat yang ‘dilarang’ oleh agama, walaupun ada pengecualian pada ayat itu, tentang peluang nafsu yang ‘dirahmati’ Allah. Nafsu yang dirahmati inilah yang menjadi inti akhir surah Al-Fajr, yang digambarkan kembali dengan penuh ridho dari Tuhannya.

Penyakit-penyakit Hati

Adalah suatu keharusan, mengetahui dan memahami penyakit-penyakit hati. Ini seperti keharusan bagi kita memahami penyakit-penyakit fisik, agar bisa dicegah dan kalau bisa tidak terjadi pada diri kita. Sebenarnya banyak sekali penyakit hati, beberapa di antaranya yaitu syirik, kufur, sombong, nifak, iri, dendam, khianat, kikir, tamak, ria, dan kufur nikmat. Seorang muslim atau pun muslimah, mungkin bisa ‘demawan yang hebat’, akan tetapi tidak ada jaminan bagi dia untuk bebas dari sombong dan ria. Atau, bisa jadi, ia adalah orang yang taat beribadah, namun tidak menghindarkan ia dari perbuatan syirik seperti menyembah pohon besar yang ‘angker’ dan berdoa dengan perantaan keris.

Berikut adalah beberapa dari penyakit-penyakit hati:

  • Kafir adalah pengingkaran terhadap adanya Allah. Kalau seseorang sudah mengakui adanya Allah, berarti ia sudah tidak kafir lagi.
  • Syirik adalah keyakinan tentang adanya sesuatu yang berkuasa selain Allah swt. Orang syirik boleh jadi mengakui Allah, tetapi mengakui juga kekuatan lain selain Allah.
  • Nifak (nifâq) merupakan sikap mendua di dalam diri seseorang. Sesekali ia mengatakan ”ya”, tetapi di tempat lain ia mengatakan ”tidak”. Nifak sering terjadi di mana-mana, terutama pada suasana tertentu yang mendorong terjadinya nifak, misalnya menjelang pemilu. Dalam bahasa Indonesia, istilah nifak menggunakan istilah munafik (orang yang melakukan nifak). Nifak sangat berbahaya, karena seorang yang munafik bisa menjadi sumber adu domba antara satu dengan yang lain. Menurut pengertian bahasanya, istilah nifak berarti ”terowongan”. Sebab, orang yang munafik sama seperti orang yang ada di terowongan yang gelap, sehingga orang lain tidak mengetahui apa yang dilakukannya. Istilah nifak juga mempunyai akar kata yang sama dengan istilah infak (infâq). Dalam pengertian bahasanya, infak adalah sesuatu yang dikeluarkan seseorang tanpa diketahui siapapun. Bahkan kata Rasul, infak (shadâqah) adalah, mengeluarkan dengan tangan kanan tanpa diketahui oleh tangan kiri. 
  • Takabbur adalah sikap menganggap diri besar, padahal sesungguhnya dirinya tidak besar. Dalam hadis sering dijumpai istilah kibrun (sombong). Di dunia ini tidak satupun alasan untuk bersikap takabbur, karena kita tidak pernah besar dan hebat. Sifat-sifat buruk yang ada pada diri manusia menjadi penghias bagi kekuatan buruk manusia. Persoalannya, manusia harus mampu mengendalikan dirinya. Ketika ia memperoleh sesuatu yang lebih, ia tidak boleh menganggap apa yang ada pada dirinya lebih daripada yang lain. Kalau seseorang lupa beribadah kepada Allah karena harta bendanya, maka nanti akan dibawakan Nabi Sulaiman sebagai perbandingannya. Kalau seseorang tidak beribadah karena sakit, maka akan dibawakan Nabi Ayyub sebagai perbandingannya. Tidak ada yang patut kita sombongkan, karena apa yang kita miliki semuanya adalah nikmat Allah swt. yang diberikan kepada kita. Ketika kita kembali kepada Allah, maka yang kita bawa adalah yang kita bawa pulang. Dulu kita dilahirkan dalam keadaan telanjang, dan kelak akan pulang dalam keadaan tertutup kain kafan. Yang kita bawa ketika sudah meninggal hanyalah amal kebaikan. Kalau seseorang bisa merasa kecil pada saat mendapat yang besar, maka siapapun tidak akan frustasi ketika ia turun dari yang besar itu. Ketika ada seseorang mendapatkan harta yang banyak dan merasa kecil dengan apa yang dimilikinya, maka ketika ia jatuh miskin, ia tidak akan frustasi dengan kemiskinannya. Takabbur adalah sifat yang sangat berbahaya. Ketika seseorang bersikap takabbur, maka yang pertama kali dilupakannya adalah dirinya sendiri, kemudian melupakan orang lain di hadapannya, dan pada puncaknya melupakan Allah. Dikatakan lupa diri karena ia hanya menceritakan kebaikan-kebaikannya. Ketika bercerita kebaikan kepada orang lain, ia melupakan kelebihan orang di hadapannya. Dan pada akhirnya akan menggiring seseorang untuk melupakan Allah, dengan menganggap apa yang dimilikinya adalah hasil usahanya sendiri, terlepas dari ketentuan Allah. Oleh karenanya, Rasulullah saw. menganjurkan, kalau ada orang yang sombong, maka berilah sedekah kepadanya dengan bersikap sombong di hadapannya. Dalam hadis dikatakan, ”Sombong di hadapan orang sombong itu sedekah.” Dikatakan besedekah agar orang yang sombong itu tidak melupakan dirinya, tidak melupakan orang lain, dan tidak melupakan Allah. Maksudnya, kita dianjurkan untuk menghentikan kesombongan orang yang sombong, karena pada hakikatnya manusia tidak ada apa-apanya, dan bukanlah apa-apa di hadapan Allah swt. 
  • Iri disebabkan karena pengaruh objek yang kita lihat, sedang dendam adalah pengaruh dari suatu objek yang pernah menerpa kita. Seseorang iri kepada orang lain, misalnya kerena ilmu, harta, jabatan, dan sebagainya. Singkatnya, iri terjadi pada seseorang karena pada orang lain terdapat kelebihan. Iri adalah penyakit laten yang tidak dapat dilihat. Seseorang yang iri atau dengki pada hakikatnya akan menimbulkan pesimisme dalam dirinya, dan permusuhan dengan orang lain. Sebab, orang yang iri akan selalu mencari cara agar orang lain tersebut jatuh. Ketika orang yang didengkinya sudah jatuh, ia merasa senang. Sementara dendam disebabkan karena ada perilaku orang lain terhadapnya, sehingga ia dendam terhadapnya, misalnya karena menyakiti. Rasulullah saw. bersabda, ”Jauhilah iri (hasad) kepada orang lain, karena sesungguhnya iri akan menghabiskan kebajikan-kebajikan yang kita lakukan, seperti api yang melalap (membakar) kayu bakar.” Persoalannya, bagaimana agar kita terhindar dari iri? Rasulullah saw. dalam hal ini memberikan petunjuknya. Kita harus mempunyai sikap, ketika posisinya berada di bawah orang lain, kita berucap alhamdulillah, karena masih bisa seperti ini, karena di luar sana masih banyak orang di bawah saya.” Rasulullah saw. bersabda, ”Jangan pandang ke atas, tetapi pandanglah ke bawah.” 
  • Khianat adalah penyimpangan dalam menjalankan amanah. Seseorang yang diberi jabatan, lalu ia menggunakan jabatannya itu untuk kepentingan pribadi atau kelompoknya itulah khianat.
  • Kikir atau pelit adalah sikap tidak mau memberi. Kikir adalah, ketika ada sesuatu pada diri kita yang disimpan, tetapi tidak mau dikeluarkan. Sedangkan tamak adalah, sikap yang selalu ingin menerima dari orang lain dengan tak ada rasa puasnya. Jadi, tamak dan kikir adalah dua sifat yang saling melengkapi. Kalau kikir tidak mau mengeluarkan, sedang tamak adalah sikap ingin selalu menerima dari orang lain. Orang yang tidak mau bersedekah disebabkan karena ada sifat kikir dalam dirinya. Sedangkan orang yang mau mengambil hak orang lain disebabkan karena ada sifat tamak dalam dirinya. 
  • Ria adalah ketika seseorang melakukan sesuatu, ia ingin menunjukkannya kepada orang lain. Orang yang punya sifat ria tidak akan melakukan sedekah, kalau ia tidak dipandang oleh orang lain. Sifat ria hampir sama dengan sum’ah. Seorang yang memiliki sifat sum’ah akan melakukan suatu kebaikan, jika ingin mendapatkan perhatian dan pujian dari orang lain. Ia merasa bangga ketika orang lain menganggapnya hebat.
  • Kufur nikmat adalah sikap yang mengingkari nikmat Allah. Orang yang kufur nikmat biasanya tidak suka bersedekah. Nikmat harta yang dia miliki tidak digunakan untuk bersedekah. Nikmat kesehatan yang dimiliki tidak diginakan untuk beribadah. Nikmat jabatan yang dimiliki tidak digunakan untuk kemaslahatan umat. Mereka itulah orang-orang yang kufur nikmat. Jika penyakit-penyakit hati tersebut ada pada diri seseorang, maka tak ada sedikitpun kebaikan pada dirinya.

 

Obat Penyakit Hati

Beberapa penyakit hati tersebut di atas, dan penyakit hati lainnya, dapat diobati dengan tujuh resep. Pertama, belajar. Dengan memahami penyakit hati, seseorang akan mengobati dirinya. Kedua, beribadah kepada Allah. Tekanan potensi buruk akan dapat ditekan bila potensi kebaikan dikuatkan. Oleh karenanya, orang yang banyak ibadah kemungkinan besar potensi jahatnya dapat terdominasi oleh potensi baik. Ketiga, berdzikir. Berdzikir dilakukan dengan menyebut nama Allah (asma al-husna), atau dzikir lainnya, termasuk juga memperbanyak ingat terhadap kematian. Kata Nabi, obat yang paling mujarab untuk seseorang yang hatinya keras adalah, seringlah mengingat kematian dan diajak untuk melihat proses kematian. Keempat, memperbanyak istighfar. Kelima, memperbanyak berdo’a. Keenam, memperbanyak shalawat. Ketujuh, memperbanyak qiyâmul-layl. Dari ketujuh obat hati tersebut dapat disimpulkan menjadi tiga, yaitu belajar, beribadah dan berdzikir.

 

Bahan-bahan bacaan:

1. Al-Quran dan Terjemahan

2. Abdullah. Makna dan Urgensi Tazkiyatun Nufus Beserta Doanya, http://kajianislam.net/modules/smartsection/print.php?itemid=241 (28 April 2009)

3. Abdullah. Mengapa Hati Keras Membatu, http://kajianislam.net/modules/smartsection/print.php?itemid=333 (28 April 2009)

4. Abdullah. Pembahasan Seputar Hasad, http://kajianislam.net/modules/smartsection/print.php?itemid=269 (28 April 2009)

5. Al-‘Utsaimin Muhammad. Agar Hati Menjadi Lembut, http://kajianislam.net/modules/smartsection/print.php?itemid=381 (28 April 2009)

6. Andri Abu T. Dunia itu Fatamorgana, http://kajianislam.net/modules/smartsection/print.php?itemid=341 (28 April 2009)

7. Hernowo. Teaching with Your Heart, http://www.mizan.com/index.php?fuseaction=emagazine&id=11&fid=113 (28 April 2009)

8. Lathief. Hati-hati dengan Hati-mu, http://latief15610.multiply.com/journal/item/24 (28 April 2009)

9. Satria B. Wahai Manusia Lihatlah Hati-mu, http://www.pengusahamuslim.com/modules/smartsection/print.php?itemid=173 (28 April 2009)

10. Thib Raya A. Penyakit dan Obat Hati, http://www.pdmbontang/cetak.php.?id=507 (28 April 2009)

11. Umay. Hakekat Kehidupan, khutbah jumat

Kuliah ke-9/10 Kalkulus 2

Lesson Plan:

16 April 2009 (10.50 – 12.30) à PERTEMUAN KE-9 (MINGGU KE-5)

1.       Pembahasan Soal PR

 

1.       Integral  Subtitusi  Trigonometri

Bentuk

Subtitusi

Hasil

 

 (a2-b2x2)1/2

 

 

 u=(a/b)sin z

 

a(1-sin2z) 1/2= a cos z

 

 (a2+b2x2) 1/2

 

 

u=(a/b)tan z

 

a (1+tan2z) 1/2=a sec z

 

(b2x2 -a2) 1/2

 

 

u=(a/b)sec z

 

a (sec2z – 1) 1/2=a tan z

 

2.       Contoh soal, hal: 119 no. 1, 2, 3, 4, dan 5

3.       Quiz

 

16 April 2009 (16.20 – 18.00) à PERTEMUAN KE-10 (MINGGU KE-5)

1.       Review kembali Integral fungsi rasional (ingat soal PR)

2.       Beberapa contoh soal integral fungsi Rasional (hal . 128 contoh soal no.1,2, dan 3)

3.       Quiz

Tugas 4: Integral Fungsi Rasional

Pada kuliah kalkukus 2 pertemuan ke-9 dan 10 nanti, target yang ingin dicapai adalah mahasiswa sudah mengerti integrasi berkaitan dengan fungsi rasional. Terkait dengan itu, untuk tugas ke-4 di MK Kalkulus ini, adalah sebagai berikut:

  • Kerjakanlah soal hlm. 134 – 136 No. 12, 13, 14, 15, 36, 37, 38, 39, dan 40 
  • Kerjakan dengan Format sebelumnya….!!

Selamat mengerjakan dan sukses selalu buat Saudara….!!!

Minggu ke-4 Kalkulus 2 (Tatap muka 7 & 8)

Laporan Harian Ngajar

2 April 2009 (10.50 – 12.30) à PERTEMUAN KE-7 (MINGGU KE-4)

1.       Pembahasan Soal PR (rumit boo…!)….baru setengahnya…..!!!(Integral subtitusi trigonometri)

 

2 April 2009 (16.20 – 18.00) à PERTEMUAN KE-8 (MINGGU KE-4)

1.       Review kembali Integral Parsial

2.       Beberapa contoh soal integral Parsial (hal . 125 contoh soal no. 3, 4, 5)       

3.       Quiz

 

 

 

 

 

Komposit Al/Al2O3

Muhammmad Fitrullah,

Dept. Teknik Metalurgi – FT Untirta,

Cilegon, Banten (April 2009)

A.    Pendahuluan

 

Komposit adalah material yang terbentuk dari kombinasi dua atau lebih material berbeda, tergabung atau tercampur secara makroskopik untuk menghasilkan material dengan sifat yang diinginkan, dengan syarat terjadi ikatan antara kedua material tersebut.[1] Salah satu dari jenis komposit yang dipakai luas dalam berbagai aplikasi adalah komposit Al/Al203. Komposit ini adalah pengembangan dari komposit bermatriks logam yaitu aluminium, biasa disebut Aluminium Matrix Composites (AMCs) dengan alumina (Al203) sebagai fasa penguat.

Bertitik tolak dari pengertian komposit, maka komposit Al-Al203 diharapkan dapat menggabungkan sifat terbaik dari matriks aluminium (Al) sebagai material yang ringan, konduktivitas panas dan listrik baik, serta ketahanan korosi tinggi (mudah membentuk lapisan oksida yang kuat dan tahan terhadap korosi);[2] dengan penguat alumina (Al2O3) yang memiliki kekerasan tinggi (hard) sehingga tahan terhadap wear, kekuatan (strength) dan kekakuan (stiffness) tinggi, sifat dielektrik yang excellent dari DC ke frekuensi GHz, konduktivitas termal baik, kapabilitas ukuran dan bentuk yang baik, serta resisten terhadap serangan asam kuat dan alkali pada temperatur tinggi.[3]

Aluminium sebagai matriks pada komposit Al/Al2O3, merupakan logam dengan kelimpahan terbesar di kerak bumi. Selain itu, logam ini memiliki melting point yang relatif rendah yaitu 6580C, sehingga dengan penambahan unsur seperti tembaga (Cu), silikon (Si), atau magnesium (Mg) akan menghasilkan paduan aluminium yang memiliki kekuatan yang besar. Namun, jika dibandingkan dengan kekuatan baja paduan, maka paduan aluminium masih berada jauh di bawahnya. Sementara itu, beberapa kekurangan dari logam ini seperti: stiffness yang rendah, koefisien ekspansi termal yang sulit dikontrol, tidak memilki resisten yang baik terhadap abrasi dan wear, serta sifat “miskin”nya pada temperatur tinggi. Kombinasi dari keunggulan dan kelemahan di atas, menjadikan aluminium sebagai logam yang paling banyak dijadikan obyek riset pada komposit yang bermatrik logam.

Tentu saja, berbeda antara aluminium dengan alumina (Al2O3), walaupun unsur utama penyusun kedua material ini sama. Alumina (Al2O3) banyak digunakan dalam fabrikasi material keramik, karena merupakan bahan baku yang menghasilkan keramik dengan performa tinggi dan hemat biaya (cost effective). Beberapa aplikasi khusus dari alumina (Al2O3) yaitu Gas laser tubes (tabung laser gas), wear pads (Baju anti peluru), seal rings, isolator lisrik temperatur dan voltase tinggi, Furnace liner tubes, Thread and wire guides, electronic substrates, Senjata balistik, abrasion resistant tube and elbow liners, thermometry sensors, laboratory instrument tubes and sample holders, instrumentation parts for thermal property test machines, dan media gerinda.[4]

Ikatan antar atom pada alumina merupakan ionic bonding yang kuat, tidak heran jika memiliki karakteristik yang diinginkan. Artinya, ia tetap stabil walaupun pada temperatur yang sangat tinggi, karena membentuk fasa kristal heksagonal alpha (α-hexagonal) yang sangat stabil.[5] Pada oksida keramik, fasa ini merupakan yang paling kuat dan kaku. Lebih lanjut, fasa ini memiliki kekerasan tinggi dan sifat dielektrik yang excellent. Dengan demikian, banyak digunakan dalam cakupan aplikasi yang sangat luas.

Alumina murni, memiliki fungsi ganda baik sebagai atmosfer pengoksidasi maupun pereduksi sampai 19250C. Sedangkan kehilangan berat material ini dalam ruang vakum berkisar dari 10-7 sampai 10-6 g/cm2.det di atas temperatur 17000C sampai 20000C.[6] Kemudian dari pada itu, alumina sangat resisten terhadap serangan segala gas kecuali fluorine, dan tahan terhadap semua reagen terkecuali asam hydrofluoric dan phosphosric. Adapun serangan pada suhu tinggi, alumina dengan kemurnian rendah, mudah diserang oleh partikulat gas logam alkali.

Secara spesifik, sifat-sifat alumina dengan kemurnian 94%, 96%, dan 99,5% dapat dilihat pada Tabel 1 berikut: [7]

Tabel 1. Perbandingan sifat-sifat alumina kemurnian 94%, 96%, dan 99,5%

Alumina

Mechanical

94 %

96 %

99.5 %

Density (gm/cc)

3.69

3.72

3.89

Porosity (%)

0

0

0

Color

white

white

ivory

Flexural Strength (MPa)

330

345

379

Elastic Modulus (GPa)

300

300

375

Shear Modulus (GPa)

124

124

152

Bulk Modulus (GPa)

165

172

228

Poisson’s Ratio

0.21

0.21

0.22

Compressive Strength (MPa)

2100

2100

2600

Hardness (Kg/mm2)

1175

1100

1440

Fracture Toughness  KIC (MPa•m1/2)

3.5

3.5

4

Maximum Use Temperature
(no load) (°C)

1700

1700

1750

Thermal

     

Thermal Conductivity (W/m•°K)

18

25

35

Coefficient of Thermal Expansion (10–6/°C)

8.1

8.2

8.4

Specific Heat (J/Kg•°K)

880

880

880

Electrical

     

Dielectric Strength (ac-kv/mm)

16.7

14.6

16.9

Dielectric Constant (@ 1 MHz)

9.1

9.0

9.8

Dissipation Factor (@ 1 kHz)

0.0007

0.0011

0.0002

Loss Tangent (@ 1 kHz)

Volume Resistivity (ohm•cm)

>1014

>1014

>1014

 

 

 

B.     Komposit Al/Al2O3

Telah dijelaskan, sifat-sifat dari komponen penyusun komposit Al/Al2O3 yang terdiri dari aluminium sebagai matriks dan alumina sebagai fasa penguat. Dalam hal ini, banyak keunggulan dari AMCs jika dibandingkan dengan aluminium maupun paduan aluminium yang tidak dikuatkan, yaitu:[8]

·         Greater strength (kekuatan lebih besar)

·         Improved stiffness (kekakuan diperbaiki)

·         Reduced density/weight (mengurangi densitas/berat)

·          Improved high temperature properties (memperbaiki sifat temperatur tinggi)

·         Controlled thermal expansion coefficient (koefisien ekspansi termal terkontrol)

·         Thermal/heat management

·         Enhanced and tailored electrical performance (peningkatan performa dan kinerja elektrik)

·         Improved abrasion and wear resistance (memperbaiki ketahanan abrasi dan aus)

·         Control of mass (especially in reciprocating applications) (control massa (terutama dalam aplikasi khusus), dan

·         Improved damping capabilities (memperbaiki kapabilitas damping)

 

Keunggulan-keunggulan di atas, terlihat dari apresiasi yang lebih baik pada alumunium murni yang semula memiliki modulus elastic 70 GPa meningkat menjadi 240 GPa dengan diberi penguat 60% volume serat alumina yang kontinu. Sebaliknya, pemberian 60% volume penguat dalam aluminium murni justru menurunkan koefisien ekspansi dari 24 ppm/0C menjadi 7 ppm/0C. Hal ini, menunjukkan bahwa sesuatu hal yang mungkin mengadakan perubahan terhadap properties aluminium sampai 2 atau 3 tingkat dengan penambahan variasi volume penguat yang sesuai.[9]

Sistem komposit AMCs menawarkan kombinasi dari properties yang sedemikian rupa, yang dari tahun ke tahun telah dicoba dan digunakan di dalam banyak aplikasi-aplikas structural, fungsional dan bukan structural di dalam bidang engineering yang bermacam-macam. Kekuatan yang menggerakkan untuk penggunaan AMCs ini meliputi keunggulan dalam aspek performa, ekonomi dan lingkungan. Penggunaan utama dari AMCs ini di dalam sector transportasi yang memberikan keuntungan seperti pemakaian bahan bakar yang lebih sedikit, suara yang kecil, dan menurunkan emisi di udara. Dengan melihat kecenderungan perubahan peraturan yang semakin ketat di bidang lingkungan dan penekanan pada perbaikan aspek keekonomian bahan bakar, penggunaan AMCs pada sektor transportasi akan diutamakan dan tidak bisa terelakkan untuk tahun mendatang.

AMCs diharapkan dapat mengganti bahan-bahan monolitik seperti paduan aluminium, paduan besi, paduan titanium, dan polimer berbasis komposit dalam aplikasi tertentu. Sekarang, dengan penggantian bahan monolitik dengan AMCs dalam system rekayasa semakin bertambah luas. Seakan ada yang memaksa kepada keperluan untuk merancang ulang keseluruhan system untuk mendapatkan keuntungan dari penambahan berat dan volume.  

Beberapa jenis dari komposit AMCs berdasarkan bentuk reinforce, adalah sebagai berikut (komposit Al/Al2O3, termasuk dalam no. 1, 2, dan 3):[10]

1.      Particle-reinforced AMCs (PAMCs)

2.      Whisker-or short fibre-reinforced AMCs (SFAMCs)

3.      Continuous fibre-reinforced AMCs (CFAMCs)

4.      Mono filament-reinforced AMCs (MFAMCs)

 

Mengenai keterangan detail dari ke-4 jenis komposit di atas, dapat lebih jelas pada keterangan berikut ini:


[1] Gibson, F. Ronald. Principles of Composite Material Mechanics, Singapura: McGraw-Hill, 1994.

[3] ____. Aluminum Oxide (Al2O3) Properties, hlm. 1,  http://www.accuratus.com/alumox.html  (23 Maret 2009)

[4] ____. Aluminum Oxide (Al2O3) Properties, hlm. 1  http://www.accuratus.com/alumox.html  (23 Maret 2009)

[5] Ibid. hlm. 2

[6] Ibid. hlm. 2

[7]  ____. Aluminum Oxide (Al2O3) Properties, hlm. 2-4  http://www.accuratus.com/alumox.html  (23 Maret 2009)

[8] Surappa, MK. Aluminium Matrix Composites: Challenges and Opportunities, Bangalore (india): Sadhana vol. 28 part 1 & 2, 2003, hlm. 320

[9] Ibid. hlm. 320

[10] Surappa, MK, loc.cit., hlm. 321

Tugas 3 Kalkulus 2

Mahasiswa  mengerjakan tugas yang ada pada tulisan: Kuliah 6. Kemudian mengumpulkan tugas kepada ketua kelas pada hari Kamis, 2 April 2009; pkl: 09.00 – 10.50 WIB)

Lesson Plan: Kamis, 26 Maret 2009 (10.50 – 12.30 WIB); Ruang: II-4

1.       Pembahasan + Pemeriksaan Soal PR 

2.      Integral Parsial

3.      Latihan soal integral Parsial

4.      Quiz, Integral Parsial (dari soal-soal PR dan latihan di atas)

5.      Integral Subtitusi Trigonomerti

6.      dll

(P’Fit)

 

Kuliah ke-6: Kalkulus 2

Kamis, 19 Maret 2009 (16.20 – 18.00); Ruang: II-4

Lesson Plan:

(MINGGU KE-3)

19 Maret 2009 (16.20 – 18.00) à PERTEMUAN KE-6

1.       Latihan soal fungsi invers (Hal 122 No. 16, 17, 18, 19, 20, 21, 22, 23, 24, 25, 26 dan 27)

2.       Quiz Fungsi Invers (dari soal-soal PR dan latihan di atas)

3.       Bahas soal Quiz + Periksa Soal Quiz oleh mahasiswa untuk mahasiswa

4.       Tugas PR (subtitusi Trigonometri):

a.       Halaman 123 – 124 no. 42, 48, 50, 51, 55

b.      Halaman 133 – 136 no. 7, 8, 9,10, 11

 

Kuliah ke-5: Kalkulus 2

(Mahasiswa mengumpulkan tugas kepada ketua kelas pada hari Kamis, 19 Maret 2009; pkl: 09.00 – 10.50 WIB)

Lesson Plan: Kamis, 19 Maret 2009 (10.50 – 12.30 WIB); Ruang: II-4

1.       Pembahasan Soal PR

a.       Carilah turunan dari fungsi invers berikut ini:

                                                               i.      F(x) = Arc Cos x

                                                             ii.      F(x) = Arc Sec x

                                                            iii.      F(x) = Arc Cosec x

                                                           iv.      F(x) = Arc Cotg x

b.      Kerjakan halaman 133 No. 1, 2, 3, 4, 5, dan 6

 

2.       Latihan soal fungsi invers (Hal 122 No. 16, 17, 18, 19, 20, 21, 22, 23, 24, 25, 26 dan 27)

3.       Quiz Fungsi Invers (dari soal-soal PR dan latihan di atas)

(P’Fit)

Kuliah 4: Kalkulus 2

Ruang: II-4

Waktu: 16.20 – 18.00 WIB

Lesson Plan:

  1. 1.       Review kembali Integral Subtitusi

    2.       Beberapa contoh soal yang level “sulit”

    3.       Pengantar Trigonometri

    4.       Beberapa identitas trigonometri yang penting

    5.       Pembuktian Invers Trigonometri

    6.       Integral Trigonometri

    7.       Latihan soal

    8.       Tugas PR  

    a.       Carilah turunan dari fungsi invers berikut ini:

                                                                   i.      F(x) = Arc Cos x

                                                                 ii.      F(x) = Arc Sec x

                                                                iii.      F(x) = Arc Cosec x

                                                               iv.      F(x) = Arc Cotg x

    b.      Kerjakan soal-soal pada halaman 133 No. 1, 2, 3, 4, 5, dan 6

Kuliah ke-3: Kalkulus 2

Lesson Plan: (10.50 – 13.00)

  1. Bahas Soal Home Work
  2. Quiz (2 soal dari Tugas Home Work)
  3. Pembahasan soal Quiz, sambil diperiksa oleh mahasiswa untuk mahasiswa
  4. Penjelasan Integral Subtitusi pada fungsi-fungsi yang sederhana
  5. Latihan soal (beberapa mhs mengerjakan soal di papan tulis)
  6. Penutup

(Dosen ybs)

Tugas 1. Kalkulus

Mohon dikerjakan Soal-soal pada Buku Kalkulus Dasar (Noeniek Soemartojo) halaman 121 s.d. 124, yaitu no: 4, 8, 14, 16, 20, dan 23.

Ditambah dengan 2 soal pada saat kuliah, yaitu:

  1. Buktikan integral dari 1/y dy = ln y
  2. Buktikan kenapa integral dari 5 pangkat x = 5 pangkat x dibagi ln 5

Format Tugas:

  • Kertas A4
  • Margin kiri & atas = 4 cm; kanan & bawah = 3 cm (digaris dengan pensil)
  • Tulis Tangan Tinta Biru
  • Tulisan yang rapih dan gampang dibaca
  • Jika ada kesalahan dihapus dengan tipe-X
  • Pojok kanan atas diberi Nama dan NPM
  • Diberi no. halaman

Dikumpulkan pada: Kamis, 12 Maret 2009 pkl.09.30 - 10.50 pagi

Tempat mengumpulkan: Ketua kelas (Rizky Akbar)

(Peringatan: Tugas yang tidak sesuai dengan format tidak diterima oleh Dosen ybs)

Dosen ybs: P’Fit

Kuliah Perdana Kalkulus 2 (5 Maret 09)

(10.15 – 10.50)

Hadir: 54 Mahasiswa

Kesepakatan:

A. Evaluasi Nilai Akhir (ENA):

  1. UAS = 40%
  2. UTS = 30%
  3. Tugas = 20 %
  4. Quiz = 10 %

B. Peraturan Perkuliahan:

  • Keterlambatan maks 15 Menit
  • Tidak ada bunyi HP

C. Ketua Kelas : Sdr. Rizky Akbar (085923112340), dengan tugas sbb:

  • Bertanggung jawab dalam kelancaran kuliah
  • Mengingatkan kepada peserta Kuliah agar memperhatikan kehadiran tepat waktu dan resiko ketika terlambat
  • Mengingatkan kepada peserta kuliah untuk me-nonaktifkan HP, agar tidak menggangu kelancaran kuliah
  • Mengingatkan mhs lain untuk mengerjakan tugas-tugas yang telah diberikan oleh Dosen ybs.
  • dll

D. QUIZ

  • Quiz dilaksanakan mendadak dan tidak diberitahukan sebelumnya
  • Materi Quiz berisi bahan-bahan yang telah dipelajari atau tugas yang pernah dikerjakan
  • Tidak diperkenankan menyontek dan melakukan kecurangan lainnya.
  • dll

(Dosen ybs, P’Fit)

SAP Kalkulus 2

Satuan Acara Perkuliahan (SAP)

Matakuliah: Kalkulus 2 (4 SKS)

Jenjang/Jurusan: S1 -  Teknik Metalurgi

  1. Integrasi (Pengertian Integrasi, Rumus-rumus Dasar Integrasi, Integral Tak Tentu, Integral Tertentu)
  2. Metode Integrasi (Integrasi dengan Subtitusi, Integrasi Parsial, Integrasi Fungsi Trigonometri, Subitusi Trigonometri, Integral Fungsi Rasional, Subtitusi Khusus, Rumus-rumus Reduksi)
  3. Fungsi Transenden (Logaritma dan Eksponen, Invers Fungsi Trigonometri)
  4. Luas dan Integral Tertentu (Luas, Integral Tertentu, Sifat-sifat Integral tertentu)
  5. Volume Benda Putar (Pengertian Benda Putar, Metode Cakram, Metode Kulit)
  6. Luas Permukaan Benda Putar (Pengertian Panjang Busur, Permukaan Putar)
  7. Integral Tak Wajar dan Integral Lipat dua (Integral tak Wajar, Luas dan Integral Lipat dua, Integral Lipat dua dalam Koordinat Polar)
  8. Differensial Parsial Orde Tinggi ( Differensial Fungsi Tersusun, Diferensial Parsial Orde Tinggi, Turunan lebih tinggi suatu fungsi tersusun, Fungsi Implisit dalam beberapa Variabel Jacobian)
  9. Kalkulus dalam Geometri (Pengali Lagrange, kasus dengan satu pengali Lagrange, kasus dengan dua pengali Lagrange, Kurva dan Permukaan dalam Ruang)

 

Referensi:

  1. Soemartojo, N. Kalkulus Dasar, Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi UI, Jakarta,  1999
  2. Frank Ayres, Differential and Integral Calculus 2/ed, McGraw-Hill Book Company, New York, 1978
  3. dll

Tokoh Qari’ Dunia

Foto di bawah ini merupakan 2 tokoh yang paling berpengaruh bagi perkembangan dalam membaca Al-Quran dengan “mujawwad” di seantero dunia ini. Nama kedua tokoh ini Syeikh Musthafa Ismail (Atas) dan Syeikh Abdushomad (bawah), keduanya berasal dari Negara Mesir.

mustafa ismail & abdush-shomad

mustafa ismail & abdush-shomad

Format Tugas Mekanika Perpatahan & Failure Analysis

Berikut Format untuk tugas Matakuliah Mekanika Perpatahan & Failure Analysis (MPFA):

Kertas= A4; Font=Arial:11; spasi=1,5; kiri-atas=4 cm; kanan-bawah=3 cm;

Isi Tugas:

  1. Lembar Judul (Memuat: Nama mhs, npm, judul tugas, nama matakuliah, lambang Untirta, nama jurusan, fakultas, & tahun)
  2. Kata Pengantar (Memuat: Ucapan terima kasih, overview tugas, kendala dalam tugas, dll)
  3. Daftar Isi (boleh tidak diberi nomor halaman)
  4. Pendahuluan (hal yang menjadi masalah, kaitan teks/buku dengan permasalahan)
  5. Isi (Hasil kutipan dari buku/teks/Internet)
  6. Daftar Pustaka
  7. Penutup

Demikianlah, semoga dapat menjadi pedoman dalam mengerjakan tugas dalam matakuliah MPFA.

Untuk Formatnya yang jelas silahkan di down load dengan klik Format Tugas

P’Fitru

« Tulisan sebelumnya Halaman Berikutnya » Halaman Berikutnya »